MIN BANDAR KIDUL

Kamis, 04 Februari 2016

KEGIATAN SKAL KELAS VI KE JAWA TENGAH TANGGAL 8- 9 JANUARI 2016

Peserta SKAL  Di Candi Borobudur
Rombongan MIN Bandar Kidul di Keraton Yogyakarta
         
               Siswa Siswi Kelas VI berada di Taman Pintar Yogyakarta                   




Senin, 04 Januari 2016

PAWAI TA'ARUF DALAM RANGKA MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 12 RABBIUL AWAL

Pawai Ta'aruf  Siswa siswi  MIN Bandar Kidul
KEPALA MIN BANDAR KIDUL

Minggu, 27 Desember 2015

WORKSHOP PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

Sambutan Kepala MIN Bandar Kidul
 Kepala MIN Bandar Kidul dan Ketua Panitia Workshop
Pembukaan oleh Kankemenag Kediri Bpk  Moh. Zaini 






Workshop tersebut diselenggarakan oleh MIN Bandar Kidul. Kegiatan Workshop dilaksanakan 21 Desember 2015 bertempat di hotel Insumo  Jl. Urip Sumoharjo. Diikuti oleh  97 peserta. 25 guru MIN Bandar Kidul dan 72 guru MI  sekota Kediri.. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan serta meningkatkan kreativitas guru dalam proses pembelajaran.

Kamis, 05 November 2015

SISWA SISWI MI NEGERI BANDAR KIDUL PESERTA BABAK FINAL FAKHRUDDIN AR-RAZI COMPETITION 2015 KOMPETISI STUDI ISLAM DAN MATEMATIKA TINGKAT INTERNASIONAL DI JAKARTA

Peserta Kompetisi dan Bu Sulianah selaku guru pembimbing
 Peserta Kompetisi Islam dan Matematika  dari Kab/ Kota kediri
Peserta Kompetisi Islam dan Matematika dari MIN Bandar Kidul







MI NEGERI BANDAR KIDUL MEMBERIKAN SANTUNAN ANAK YATIM 10 MUHARAM 1437 H


Jumat, 25 September 2015

KEGIATAN PENYEMBELIHAN HEWAN KURBAN 12 DULHIJAH 1436/26 SEPTEMBER 2015 DI MIN BANDAR KIDUL

Bapak Ibu paguyuban kelas mengemas daging kurban
 Kegiatan penyembelihan hewan kurban

Pembagian daging kurban

Senin, 21 September 2015

KEGIATAN MANASIK HAJI 19 SEPTEMBER 2015 DI MIN BANDAR KIDUL

Lembar Jumroh Ula
Lempar jumroh Wusto
Niat haji dipimpin oleh  Ibu Emi Rosyidah
Di Musdalifah
Kegiatan Thawaf
Lempar jumroh Aqobah
Pemberangkatan jamaah haji bersama Mbah Karso  dari KSTV

Kegiatan Wukuf


Kegiatan Manasik Haji MIN Bandar Kidul  
disiarkan DI KSTV  
acara Plesir Mbah Karso
Hari Kamis, 24 September 2015 pukul 15.00 WIB dan 
Hari Selasa, 29 September 2015 pukul 19.00 WIB




Kegiatan manasik haji di MI Negeri Bandar Kidul merupakan agenda kegiatan tahun yang selalu dilaksanakan pada bulan dulhijah. Kegiatan ini di laksanakan pada hari Sabtu 19 September 2015 di GOR Jayabaya Kota Kediri. Diikuti oleh seluruh peserta didik beserta guru dan karyawan MIN Bandar Kidul. Kegiatan manasik haji diliput oleh KSTV untuk acara Plesir Mbah Karso. Kegiatan ini bertujuan untuk  memperkenalkan kepada anak-anak tentang rukun islam ke 5 yaitu ibadah haji . Manasik haji ini diharapkan dapat  menjadi bekal iman untuk masa depannya. Berikut ini panduan manasik haji 

 Ibadah Haji dimulai tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiah) yaitu diawali dengan memakai pakaian Ihram,            dan mengucapkan ihlal (niat) haji:
LABBAIKA HAJJAN
Atau
LABBAIKA ALLAHUMMA HAJJAN
“Ya Allah, kami datang memenuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan ibadah Haji.” (HR. Muslim)

Diteruskan dengan talbiyah:

LABBAIKA ALLAHUMMA LABBAIK, LABBAIKA LAA SYARIKA LAKA LABBAIK, INNAL HAMDA WAN NI’MATA LAKA WALMULK. LAA SYARIKA LAK.
“Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu: aku penuhi panggilan-Mu Tiada sekutu bagi-Mu, aku pnuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan ni’mat adalah kepunyaan-Mu; demikian pula segala kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu.” (HR. Bukhari)

Mabit di Mina

Setelah matahari terbit (masih tgl. 8 Dzulhijjah), berangkat ke Mina. Dan pada malamnya mabit (bermalam/menginap) disana sampai subuh. Di Mina kita melakukan shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh (di qasah tanpa di jamak).

Wukuf di Arafah

Hari berikutnya yaitu tanggal 9 Dzulhijjah dan setelah terbit matahari, tinggalkan Mina menuju ke Arafah. Sebelum masuk areal wukuf di Arafah, mampir dulu di Namirah, menunggu Zawal tergelincir matahari (jika memungkinkan). Ba’da zawal, masuk ke Arafah menuju tenda yang telah ditentukan. Didalam tenda, mendengarkan khutbah Arafah kemudian dilanjutkan dengan shalat Dzuhur dan Ashar Jama’ takdim dan di qasar.
Wukuf. Duduklah menghadap qiblat dan berdo’a dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi, berdo’a sekehendak hati, bisa diselingi istighfar, dzikir, tilawah Al-Qu’an, makan-minum, dan mendengarkan nasehat-nasehat. Waktu wukuf adalah sesudah shalat Dzuhur sampai dengan terbenam matahari. Diantara do’a thawaf:
LA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKALAH LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QADIR.
“Tidak ada Ilah selain Allah yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya segala puji dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.” (HR. At Tirmidzi)

Mabit di Muzdalifah

Begitu matahari terbenam, tinggalkan Arafah menuju Muzdalifah. Sesampainya di Muzdalifah, shalat Maghrib dan Isya jama’ ta’khir dan di qasar. Kemudian tidur sampai Subuh (mabit).
Kumpulkan batu-batu kecil (sebesar kacang tanah) sebanyak 7 biji untuk melontar jumrah aqobah. Yang sakit dan lemah dapat meneruskan perjalanan ke Mina malam itu juga.
Selesai shalat Subuh berjama’ah, berdo’a di Masy’aril Haram. Seluruh Muzdalifah adalah Masy’aril Haram.

Melontar Jumrah Aqobah tgl. 10 Dzukhijjah

Cara melontar:

  1. Waktu: setelah matahari terbit (dhuha) atau dikala matahari agak sedikit tinggi.
  2. Cara:
    1. Upayakan mendekati jumrah. Tapi ingat jangan sampai menyakiti sesama.
    2. Ambil posisi dimana qiblat berada disebelah kiri. Sampai disini talbiyah dihentikan.
    3. Lontar jumrah dengan 7 kerikil dan setiap lontaran diiringi takbir (Allahu Akbar)

Tahallul Awwal (ASGHAR)

Tahallul (potong rambut) boleh pilih:

  1. Taqsir: memotong rambut sampai pendek, bagi wanita menggunting beberapa helai rambut.
  2. Tahliq: mencukur rambut sampai gundul, dimulai dari kanan ke kiri (hanya bagi laki-laki). Bagi wanita cukup memotong beberapa helai saja.
Yang terbaik untuk laki-laki tahallul haji adalah tahliq. Setelah itu sudah boleh mengganti pakaian ihramnya dengan pakaian biasa dan semua larangan ihram halal kembali, kecuali jima’.

Hadyu (qurban)

Masih pada tanggal 10 Dzulhijjah, setelah berganti pakaian, menyembelih Hadyu, atau menyerahkan penyembelihan itu kepada yang amanah.
Bila tak sempat menyembelih, boleh dilaksanakan esoknya  yaitu tanggal 11 Dzulhijjah atau sampai dengan 13 Dzulhijjah. (hari-hari Tasyrik)

Thawaf Ifadah

Masih di hari yang sama (10 Dzulhijjah) utamanya berangkat ke Mekkah untuk Thawaf Ifadah dan dilanjutkan dengan Sa’i. Thawaf Ifadah bisa dilakukan pada hari-hari Tasyrik bila berhalangan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Bagi yang udzur, boleh dilaksanakan setelah udzurnya lepas, walau hari-hari Tasyrik telah berlalu.

Tahallul Tsani (akhir/Kubra)

Setelah Thawaf Ifadhah, maka hubungan suami istri enjadi halal kembali. Seusai Thawaf dan Sa’i tersebut, harus kembali lagi ke Mina, sebelum Maghrib. Tidak boleh menginap di Mekkah. Seandainya ada udzur/berhalangan, kemalaman kembali ke Mina tidak mengapa.

Melontar Tiga Jamarat pada tgl. 11, 12 dan 13 Dzulhijjah

Cara melakukan lontar jamarat sebagai berikut:

Ambil posisi dan melontar seperti yang kita lakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah, selesai melontar Jumrah Ula, kita bergeser kesebelah kiri, menghadap qiblat lalu berdo’a menurut kebutuhan masing-masing dengan mengangkat kedua tangan.
Hal yang sama kita lakukan setelah melontar Jumrah Wustha dan setelah melontar Jumrah Aqabah, seperti pada tanggal 10 Dzulhijjah. Tanpa berdiri lama untuk berdo’a sebagai mana pada dua jamarat terdahulu.

Nafar Awwal dan Nafar Tsani

Setelah selesai melempar jumrah pada tanggal 12 Dzulhijjah, kita sudah menyelesaikan hajinya dan bisa meninggalkan Mina dan pulang ke Mekkah dengan syarat sudah keluar dari Mina sebelum matahari terbenam. dan ini disebut Nafar Awwal. Namun jika matahari sudah terbenam dan masih berada di Mina maka tidak boleh meninggalkan Mina dan harus bermalam lagi di Mina untuk melontar jamarat pada hari berikutnya.
Yang ingin melakukan Nafar Tsani, maka ia harus mabit atau bermalam satu malam lagi di Mina dan melontar jamarat pada tanggal 13 Dzulhijjah ba’da Dzuhur, baru boleh ke Mekkah.

Thawaf Wada’

Thawaf Wada’ adalah ibadah terakhir dari rankaian ibadah haji. Persis seperi Thawaf Ifadah, tetapi tanpa Sa’i. Bagi wanita haidh tidak perlu Thawaf Wada’ dan hajinya tetap sah.